Anda di sini
Beranda > Lingkungan/Wilayah > Siformat Harus Diperbarui

Siformat Harus Diperbarui

[BARTHOLOMEUS] Manajemen Sistem Informasi (MSI) yang disebut Siformat, yang dimiliki Paroki BMV Katedral harus rutin di-update atau diperbarui. Siformat memuat data keluarga seluruh umat Paroki Katedral. Sayangnya, data Siformat sudah lama tidak diperbarui, sehingga meskipun ada umat yang keluar atau masuk wilayah tertentu, tidak masuk dalam sistem.

Masalah Siformat mengemuka dalam kunjungan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP) BMV Katedral saat berkunjung ke Wilayah Santo Bartholomeus, di Wingers, Jl. Pandu Raya, Indraprasta 2 Bogor, Sabtu (28/7) sore.

“Saat ini, baru tiga wilayah yang datanya mendekati final, yang akan kita audit dulu untuk percontohan. Ketiga wilayah itu adalah Wilayah St. Bernadette-Jalan baru, Wilayah Mikael Malaikat Agung-Bogor Timur, dan Wilayah St. Paskalis-Bukit Cimanggu City,” kata Koordinator Wilayah Endira Artanto.

Menurut Artanto, kendala mendasar di Siformat adalah sebagian besar sekretaris lingkungan yang sudah diberikan  username dan password pasca-pelatihan sekitar satu tahun lalu, tidak melakukan update.

Username dan password ada yang tidak berfungsi atau tidak bisa login. Ada juga yang lupa dengan password-nya, tetapi mereka tidak memberikan laporan atau info ke MSI supaya di-refresh ulang atau buat akun baru. Ada pula yang enggan meng-update,” kata Artanto.

Oleh karena itu, DPP membentuk tim MSI Siformat yang akan turun ke wilayah-wilayah untuk membantu proses update data keluarga.

Beberapa umat Santo Bartholomeus ingin agar admin Siformat diisi atau ditambah sosok tidak terlalu sibuk, sehingga data-data akan ter-update dengan cepat. “Kami inginnya rutin melaporkan semua perkembangan, walau hanya satu atau dua yang pindah dan masuk,” kata Sesilia, umat Santo Bartholomeus.

Dalam kesempatan tersebut ada pertanyaan mengapa salib besar saat ini tidak ada lagi di dalam gereja (di belakang altar). Menurut Pastor Paroki BMV Katedral RD Dominikus Savio Tukiyo, pusat Gereja Katolik itu altar sebagai tempat menghadirkan Kristus dalam ekaristi. “Di situ Yesus mengorbankan dirinya, kekhasaan gereja Katolik di altar. Oleh karena itu, di altar tidak banyak barang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut pula, umat Santo Bartholomeus, Marthin Lantang mengusulkan agar paroki membuat  liturgi bulanan untuk keluarga. “Agar satu keluarga duduk bersama, mengajari anak liturgi. Ibadah bersama. Saat ini, anak lebih suka memegang gadget (gawai), karena itu mereka harus diajari agar tidak lupa untuk beribadah bersama di keluarganya. Mungkin bisa dimasukkan di Berita Umat (liturginya),” katanya.

Liturgi harian sebenarnya bisa dimasukkan dalam website bmvkatedralbogor.org, sehingga umat bisa mengaksesnya setiap saat. Menurut Wakil Ketua DPP Paroki Mikael Agus Muhardi, ibadah harian untuk umat pernah dibagi ke lingkungan, tetapi feedback-nya tidak ada.

(BW)

Leave a Reply

Top