Anda di sini
Beranda > Nusantara > Semangat Natal, Menghormati dan Menghargai Sesama

Semangat Natal, Menghormati dan Menghargai Sesama

[KOTA BOGOR] Semangat Natal itu menghormati dan menghargai sesama tanpa memandang suku, agama, ras, dan latar belakangnya. Demikian dikatakan Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur dalam tayang video sapaan para pemuka agama pada perayaan Natal se-Kota Bogor, Jumat (18/1). Perayaan yang dihadiri sekitar 3.000 umat Kristiani dari berbagai denominasi Gereja ini digelar di GOR Indoor Padjajaran Bogor.

Natal telah usai, tahun telah berganti. Namun khidmatnya masih dirasakan seluruh umat kristiani terlebih di Kota Bogor. Walaupun tidak dapat hadir, Uskup Bogor tetap menyapa seluruh umat yang hadir melalui tayangan video. Ia mengajak umat untuk hidup berdasarkan khidmat kebijaksanaan Allah. “Hiduplah berdasarkan khidmat kebijaksanaan Allah. Selain berkarya untuk sesama, khidmat Allah juga berarti membangun Kota Bogor yang kita cintai ini,” imbaunya.

Semangat Muda Merayakan Natal

Glenn Fredly tampil memukau saat perayaan Natal se-Kota Bogor. Foto: Enoz Raja

Tampil memukau membuka perayaan Natal ini seorang penyanyi kondang Glenn Fredly. Membuka dengan lagu ‘Dari Pulau dan Benua’ ia mengajak seluruh umat untuk memiliki semangat muda dalam menyambut Natal. “Saya selalu senang melihat orang-orang muda yang penuh dengan semangat dan energi. Kita harus mencontoh mereka untuk selalu semangat dalam melayani,” katanya.

Kemudian, ia berbagi kisah dan refleksi hidup dalam karya pelayanan yang selama ini dijalani. “Bagi saya menjadi seorang Kristen berarti melayani di mana saja. Gereja bukan soal gedung, tapi apa yang kita lakukan,” tutur pria kelahiran 30 September 1975 itu.

Glenn menutup penampilannya dengan lagu ‘Hidup ini adalah Kesempatan’. Melalui lagu tersebut ia ingin mengajak umat untuk terus melayani selagi bisa. Umat yang ikut bernyanyi bersama menandai rasa syukur atas kesempatan yang telah Tuhan berikan.

Mengelola Perbedaan

Penyalaan lilin oleh perwakilan 5 denominasi Gereja sebagai simbol Natal. Foto: Enoz Raja

Menuju akhir acara datang Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto disambut riuh tepuk tangan. Selain memberikan selamat Natal, Bima memohon dukungan untuk terus menjaga dan membangun Kota Bogor. ”Kita telah melewati berbagai peristiwa selama 2018, baik yang menegangkan maupun membawa duka. Mulai dari Pilkada serentak beberapa waktu lalu sampai dengan bencana di akhir tahun. Ke depan akan masih banyak lagi tantangan yang ada. Saya mohon dukungan untuk dapat terus membangun Kota Bogor dan menuntaskan segala masalahnya. Semoga Pilres dan Pileg 17 April mendatang dapat berjalan dengan tentram dan damai,” katanya.

Bima mengajak semua warga untuk mengedepankan persatuan dan mengelola perbedaan. “Mari kita jalan bersama, merawat toleransi, memuliakan kebersamaan, dan mengelola perbedaan agar menjadi sesuatu yang positif untuk kita,” ajaknya.

Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Pdt. Dr. Rachmat Manullang yang memberikan renungan Natal menekankan tentang situasi masyarakat saat ini yang sulit menemukan khidmat Tuhan. Ia berpesan kepada umat yang hadir untuk selalu melibatkan Allah dalam segala perkara. “Umat Kristiani di Bogor harus mewarnai kehidupan bermasyarakat agar bisa menjadi hikmat dan rahmat yang indah bagi semua ciptaan-Nya,”pungkasnya.

Hadir juga beberapa tokoh masyarakat seperti  anggota DPR-RI F-PDIP Maruarar Sirait, Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna, Ketua MUI Kota Bogor KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh, Ketua Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) Kota Bogor KH Zaenal Abidin, Ketua FKUB Kota Bogor Ahmad Khotib Malik, GP Ansor, dan Pemuda Katolik.

 (Enoz Raja/John)

Leave a Reply

Top