Anda di sini
Beranda > Seputar Paroki > Sekolah Harus Mampu Lestarikan Budaya Lokal

Sekolah Harus Mampu Lestarikan Budaya Lokal

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan, sekolah harus tetap melestarikan keanekaragaman budaya lokal di tengah perkembangan zaman saat ini. “Budaya lokal, nasional, dan internasional harus mampu dipahami oleh generasi kosmopolitan saat ini. Sekolah harus menyiapkan siswa-siswinya yang bukan hanya paham mengenai masalah internasional tapi juga memiliki semangat patriotisme, mencintai budaya lokal dan budaya nasional, “kata Bima dalam sambutannya di hadapan ratusan orang tua siswa dan undangan yang menyaksikan drama musikal bertajuk “Kabayan Let’s Go!“ yang digelar siswa – siswi Sekolah Bogor Raya (SBR), Sabtu (20/1).

Bima melanjutkan, dia bangga melihat murid–murid yang tidak hanya fasih berbahasa inggris, namun juga piawai memainkan dan memeragakan kesenian dan musik daerah. “Generasi kosmopolitan menjadi generasi yang paham bagaimana mencintai budaya lokal dan nasional. Mereka bukan hanya mahir berbahasa inggris, bahasa internasional, tapi juga tahu kesenian lokal seperti kujang. Biarlah mereka yang berasal dari berbagai suku seperti Sunda, Batak, Jawa,Manado,dan lain–lain mampu menggali kekayaan budayanya, karena inilah ciri khas bangsa Indonesia, “ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor Usmar Hariman mengapresiasi SBR yang konsisten melestarikan budaya lokal dan nasional. “Pelestarian budaya lokal dan nasional adalah juga tanggung jawab sekolah. Karenanya saya mengapresiasi SBR yang kendati merupakan sekolah nasional plus namun tetap peduli terhadap pelestarian budaya lokal dan nasional,“katanya.

Dia berharap, sekolah-sekolah lainnya di Kota Bogor juga konsisten untuk melakukan kegiatan yang memicu kecintaan siswa akan budaya lokal dan nasional.“Siapa lagi yang akan melestarikan dan meningkatkan kualitas budaya lokal kalau bukan dari kita sendiri,“ tukasnya.

Dalam pentas “Kabayan Let’s Go!” puluhan murid – murid SBR dari TK hingga SMA menari, menyanyi, serta memainkan alat musik daerah dilengkapi dengan paduan suara secara apik untuk menumbuhkan kekaguman akan budaya lokal dan nasional. Ketua panitia acara Ertha Andya menyatakan, pagelaran ini dimaksudkan untuk menggali, menumbuhkan dan memotivasi kecintaan murid–murid akan kekayaan budaya lokal yang kemudian menjadi budaya nasional. “Indonesia sangat kaya akan tradisi budaya lokal. Karenanya dalam pagelaran ini kami menyajikan berbagai macam atraksi budaya dengan lakon Kabayan yang berkeliling Indonesia mulai dari Aceh, Bali, hingga Papua. Kabayan yang merupakan tokoh Sunda lalu berpikir betapa beragamnya kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan, “papar Ertha.

Dalam pentas tersebut aneka ragam budaya baik dari Sunda , Jawa , Aceh , Bali, Papua dan lain–lain disuguhkan. “ Kami menampilkan tradisi seni lokal yang hampir punah seperti Jaleuleuja, Trang trang kolentrang (Sunda), lagu Bunga Jeumpa (Aceh), tari Kecak (Bali),dan berbagai macam seni lainnya, “pungkas Ertha.

(Jam)

Leave a Reply

Top