Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Sabtu Suci: Mengikuti Yesus Jangan Pikir Untung Rugi

Sabtu Suci: Mengikuti Yesus Jangan Pikir Untung Rugi

[KATEDRAL] Kristus cahaya dunia yang digaungkan pada saat Malam Paskah serta nyanyian exultate atau madah Paskah dan upacara pembaptisan adalah ritus yang khas dalam Misa Sabtu Suci. Pada hari ini seluruh Gereja Katolik Roma bersiap untuk menyongsong kebangkitan Tuhan. Di Gereja BMV Katedral Bogor perayaan Sabtu Suci dilaksanakan pukul 17.30 WIB dan pukul 21.30 WIB. Misa pertama dipimpin oleh Vikaris Jendral (Vikjen) Keuskupan Bogor RD Ch. Tri Harsono didampingi RD Robertus Ari dan RD Alfonsus Sutarno. Sedangkan misa kedua dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Bogor RD Dominikus Savio Tukiyo dengan konselebran RD Yohanes Suparta dan RD Jimmy Rampengan.

“Mengikuti Yesus jangan pernah pikir untung atau rugi. Banyak orang Katolik goyah keimanannya ditengah jalan, harus pindah agama karena pasangan hidup ataupun jabatan. Disaat mendapat cobaan sering kali kita bertanya bahkan menantang Tuhan. Apakah baik seperti itu?” tanya Romo Tri sapaan akrab Vikjen Keuskupan Bogor itu. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Yesus sudah meyelesaikan hidupnya dengan runtut dan tuntas. Mulai dari lahir, hidup, disiksa untuk menebus dosa manusia hingga wafat di kayu salib, kemudian bangkit dan naik ke surga.

“Yesus ingin menunjukan bahwa hidup memang tidak mudah, jalan penderitaan itu adalah suatu kepastian. Memang begitu kalau mau mengasihi sesama. Hidup kita pun demikian, lahir, dalam kehidupan pasti ada jatuh dan bangun, sukacita dan kesedihan, dan tentunya akan mati pada akhirnya. Namun jika kita percaya kepada Tuhan, maka kita pun akan bangkit saat Ia turun ke dunia ke dua kalinya,” papar Romo Tri.

Kematian Bukanlah Akhir

Perayaan Ekaristi Sabtu Suci di Kapel Regina Pacis dimulai Pukul 18.00 WIB. Misa ini dipimpin oleh Vikaris Judisial Keuskupan Bogor RD Yohanes Driyanto dengan selebran RD Jeremias Uskono dan Fr. Hubert. Romo Dri menegaskan kembali bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya namun awal yang baru. “Kemarin pada saat Jumat Agung saya bilang bahwa kejahatan dapat berkuasa. Tapi malam ini kejahatan yang dalam bentuk dosa itu dikalahkan oleh Dia yang benar, ya Yesus Kristus,” jelas Romo Dri.

Ia menambahkan, Yesus memang terkulai dan wafat di kayu salib, namun hari ini ia bangkit dan menang. Romo Dri juga menyoroti orang muda Katolik (OMK) yang katanya sibuk dengan dirinya sendiri. “Banyak yang bilang OMK sibuk dengan dirinya sendiri. Namun malam hari ini kita bisa melihat bahwa mereka tidak sibuk kok, mereka bisa bertugas pada malam ini, mulai dari kor, TTK, misdinar, sampai lektor. Ternyata mereka juga peduli pada lingkungan sekitarnya, peduli pada Gereja,” tutup Romo Dri.

(John/Evan)

Leave a Reply

Top