Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > RD. Paulus Haruna: Saya Hanya Bisa Bersyukur

RD. Paulus Haruna: Saya Hanya Bisa Bersyukur

Setelah beberapa waktu lalu ditunjuk menjadi Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Bogor oleh Monsinyur Paskalis Bruno Syukur, RD. Paulus Haruna merasa bersyukur karena boleh mengambil peran untuk membantu penggembalaan Bapa Uskup di Keuskupan Bogor. “Pertama, saya sangat bersyukur, bersukacita, dan berterima kasih karena Bapa Uskup Monsinyur Paskalis berkenan menunjuk saya menjadi Vikjen dan boleh untuk menjadi mitra kerja beliau,” ungkapnya.

Ia merasa ini semua berkat dukungan dari para imam yang selalu saling mendukung satu sama lain. “ini semua tidak lepas dari dukungan keluarga besar para imam di Keuskupan Bogor yang memotivasi saya untuk bersedia berperan sebagai vikjen ini,” kata Romo Haruna sapaan akrab RD. Paulus Haruna.

Setelah menyatakan sanggup, Romo Haruna akan segera mulai belajar baik itu dari Bapa Uskup Mgr. Paskalis ataupun Mgr. Tri Harsono sebagai Vikjen sebelumnya.  “Dengan sangat rendah hati saya pun berkata kepada Bapak Uskup bahwa saya akan mulai berperan sebagai vikjen dengan lebih dahulu banyak belajar pada Bapak Uskup,” tuturnya.

Sementara itu, berkaitan dengan Mgr. Christophorus Tri Harsono yang terpilih menjadi Uksup Purwokerto, Romo Haruno memiliki kesan tersendiri. “Vikjen kita yang sekarang adalah Uskup Purwokerto, yakni Mgr.Christophorus Tri Harsono. Ia adalah seorang vikjen yang smart, disiplin, tegas, dan pendoa. Keuskupan Bogor sangat beruntung pernah memiliki beliau sebagai Vikjen Bogor. Beliau sangat cerdas dan mampu melihat jauh ke depan untuk membangun fisik, rohani, SDM terlihat dari sejumlah imam yang diberikan pembinaan lanjut/kursus/kuliah. Hal ini membuat Keuskupan Bogor terus bertumbuh, berkembang serta berjaya,” jelasnya.

Biografi Singkat Romo Haruna

Romo Paulus Haruna, Lahir di Klaten 17 Desember 1958. Ia ditahbiskan menjadi imam di Paroki Kristus Raja Serang, Banten pada 25 November 1985. Ia memulai pendidikannya di SD Kanisius Klaten (1965-1970), SMP Pangudi Luhur Klaten (1971-1973), Kelas Persiapan Seminari Menengah Petrus Kanisus Mertoyudan (1974), dan Seminari Stella Maris Bogor sekaligus SMA Mardi Yuana Sukasari (1957-1977).

Setelah lulus dari seminari menengah, Romo Haruna melanjutkan pendidikannya ke Seminari Tinggi St. Petrus dan Paulus Bandung dan berkuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Suryagung Bumi Bandung dan Fakultas Filsafat universitas Parahyangan Bandung (1978-7984). Ia juga sempat mendapatkan kursus Formator di Manila Filipina (2009-2010).

Romo Haruna menjalani Tahun Pastoral di Paroki Kristus Raja Serang pada pertengahan 1984. Kemudian ditahbiskan sebagai Diakon di Gereja BMV Katedral Bogor pada 21 September 1985. Berselang 1 bulan, Romo Haruna mendapat Tahbisan Presbyterat di Gereja Kristus Raja Serang pada 25 November 1985.

Sebagai seorang imam, Romo Haruna pernah mendapatkan berbagai tugas pastoral yakni, Staf Seminari Menengah Stella Maris Bogor (1986-1992), Pastor di Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung (1992-1995), Paroki Kristus Raja Serang-Banten (1995-2000), Rektor Seminari Tinggi St. Petrus-Paulus Bandung (2000-2001), Rektor Seminari Menengah Stella Maris Bogor (2001-2009), Paroki Santo Fransiskus Assisi Cibadak (2010-2011), dan sejak 2012 menjadi Paroki Santo Matias Cinere sampai hari ini.

Selamat bekerja, selamat berkarya Romo Haruna!

(John)

Leave a Reply

Top