Anda di sini
Beranda > Lingkungan/Wilayah > Pesan Mgr. Tri Harsono Bagi Umat Bojonggede

Pesan Mgr. Tri Harsono Bagi Umat Bojonggede

“Jangan jadi batu sandungan. Jangan pecah belah umat, jagalah persatuan. Umat Bojonggede harus sadar sebagai bagian dari Gereja Katolik yang  universal dan siapkan Bojonggede sebagai paroki yang mandiri,” demikian Mgr Christophorus Tri Harsono dalam homilinya saat memimpin misa konselebrasi bersama Romo wilayah St Yohanes Pembabtis  Bojonggede, RD Michael Endro Susanto di Gereja Bersama Pura Bojonggede, Minggu (16/9).  Ini merupakan pesan Vikjen Keuskupan Bogor bagi umat katolik wilayah Bojonggede, sekaligus pamit dengan umat Bojonggede sebelum  berangkat ke Purwokerto untuk ditahbiskan sebagai Uskup Purwokerto 16 Oktober 2018.

Damai,  Kasih,  Pengampunan,  dan  Surga

Mengawali homilinya Mgr Tri Harsono menyatakan, bahwa saat ia berangkat dari pastoran menuju gereja untuk misa, ia sudah mencium aura kekatolikan yang kuat lewat umat yang dengan penuh sukacita datang ke rumah Tuhan menghadiri perayaan ekaristi.

Uskup baru Purwokerto ini minta agar umat wilayah Bojonggede selalu dengan penuh sukacita menjadi pembawa damai dan sungguh hidup sebagai bagian dari Gereja Katolik universal dengan menerapkan ciri khas kekatolikan sebagai pembawa damai, penebar kasih, sejati, suka mengampuni untuk kelak dapat menikmati kedamaian abadi di surga.

Mengutip Surat Rasul St. Yakobus : ”Iman tanpa perbuatan itu mati” uskup kelahiran Semplak-Bogor ini mengimbau agar umat  senantiasa menebarkan kasih sejati. Kasih sejati yang diwujudkan lewat pemberian. Namun ia mengingatkan agar pemberian itu harus tulus  tanpa embel-embel atau pamrih  duniawi apapun. Sementara  pemberian itu tidak harus dalam bentuk materi, uang atau barang duniawi lainnya. Pemberian bisa dalam bentuk perhatian, pendampingan, nasihat yang baik dan lain-lain.

Uskup Purwokerto ini juga mengingatkan umat Bojonggede untuk selalu  belajar memberikan pengampunan. Hal ini akan menambah ketahanan jiwa dan spiritualitas kita. Dengan mengampuni kita akan memperoleh kedamaian jiwa dan pembebasan hati yang berarti dekat dengan Tuhan. Tanpa pengampunan kita akan jadi arena konflik dan tempat bagi mereka yang terluka batinnya. Namun untuk bisa mengampuni sesama, diri sendiri  harus mampu menjalani pertobatan. Demikian Mgr Tri Harsono.

Jangan Jadi Batu Sandungan

Uskup Purwokerto Mgr. Tri Harsono (kiri) mendapat kenang-kenangan dari umat wilayah St. Yohanes Pembaptis Bojonggede. Foto: Dok. Pribadi

Pakar Islamologi ini juga menegaskan agar umat terus menjaga kesatuan, communio, persekutuan umat di wilayah ini. Kesatuan umat dalam lingkungan, antarlingkungan dan juga kesatuan wilayah dan paroki. Beliau mengingatkan bahwa agama Katolik mengenal  apa  yang namanya hirarki gereja, yang menjadi pilar kekuatan Gereja Katolik  selama ini. Umat diimbau untuk menghargai dan patuh pada hirarkis Gereja Katolik. Sebagai orang Katolik yang telah dibaptis, umat mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama yakni menjadikan orang lain juga baik. Jika semua mempunyai persepsi dan komitmen yang sama, niscaya akan tumbuh iman yang hidup di wilayah Bojonggede ini.

“Musuh besar Gereja Katolik, bukan datangnya dari luar, tapi justru dari kalangan  sendiri,” tegas Uskup Tri Harsono. Ditegaskannya juga  bahwa  soal demokrasi  ada di negara, bukan di gereja. Umat diminta untuk menjadi pembawa damai di lingkungan, wilayah, paroki dan keuskupan serta di tengah masyarakat. “Jagalah persatuan di tengah umat. Jangan menjadi batu sandungan  bagi umat. Jangan pecah belah Umat. Dan jangan jadi pengkhianat gereja.  Bagi pengkhianat Gereja Katolik dan pengkhianat Kristus yang menghancurkan Gereja Katolik dari dalam, lebih baik baginya diberikan sanksi diekskomunikasikan,” tegas Mgr Tri Harsono.

Siapkan Bojonggede Jadi Paroki Mandiri

Di akhir homilinya Mgr Tri Harsono minta umat  Katolik Bojonggede agar mempersiapkan diri dan segala sesuatunya untuk menjemput status baru Bojonggede dari  wilayah menjadi Paroki. Walaupun rencana pembangunan gedung gereja sedang dirancang, namun yang juga sangat penting untuk disiapkan adalah sumber daya manusianya yang nantinya akan mengelola paroki baru “Santa Faustina” ini nanti, menjadi sebuah paroki mandiri, yang tidak selalu bergantung pada keuskupan. “Dewan paroki baru nanti perlu diisi oleh SDM yang sungguh dipersiapkan,” ujarnya.

Usai perayaan ekaristi, berlangsung ramah-tamah dengan pengurus wilayah dan sekaligus merayakan ulang tahun imamat ke-13 RD Endro Susanto.

Proficiat Monsinyur Christophorus Tri Harsono. Selamat menggembalakan umat Keuskupan Purwokerto. Selamat juga untuk RD Endro Susanto yang merayakan ulang tahun imamatnya ke-13. Tuhan menyertai dan memberkati selalu.

(Thomas Ataladjar/Jam)

Leave a Reply

Top