Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Pastor Cium Kaki Umatnya, Simbol Kerendahan Hati Melayani

Pastor Cium Kaki Umatnya, Simbol Kerendahan Hati Melayani

[KATEDRAL] Mencium kaki orang lain, pasti menjijikkan dan bisa disebut menghinakan. Sebab, kaki adalah bagian tubuh yang paling rendah dan sering diidentikkan dengan kotoran.  Namun tindakan itulah yang dilakukan Pastor Paroki BMV Katedral Bogor, RD. Dominikus Savio Tukiyo dalam perayaan Misa Peringatan Perjamuan Kudus terakhir Yesus dengan murid-muridNya di Gereja Katedral, Kamis (2/4) malam.

Perayaan yang juga disebut Kamis Putih dalam rangkaian Pekan Suci tersebut, disampaikan dalam homili (kotbah) Romo Tukiyo membasuh kaki 12 orang yang berperan sebagai para rasul seperti yang dilakukan Yesus pada murid-muridNya 2000 tahun lalu.

Romo Tukiyo membasuh kaki umatNya dengan air lalu menyekanya dengan kain dan kemudian menciumnya.  Hal itu dilakukan Romo Tukiyo terhadap 12 orang umat.

Misa Kamis Putih sendiri merupakan peringatan perjamuan terakhir Yesus dengan para muridNya menjelang sengsara dan wafatNya di kayu salib.  Perjamuan ini merupakan asal mula dilakukannya perayaan ekaristi seperti yang digelar dalam Gereja Katolik setiap minggu bahkan setiap hari sebagai peringatan akan sengsara dan wafat Yesus.

Sementara itu pada Ibadat Jumat Agung yang berlangsung di tempat yang sama, Romo Tukiyo memberikan kotbahnya.  “Sesuai dengan missale romanum maka saya akan memberikan sedikit kotbah mengenai wafat Tuhan Yesus.  Pilihannya adalah apakah kita mau manjadi pengikut Yesus yang berarti mau memikul salib, atau justru sebaliknya.  Semua ada ditangan manusia,” tandas Romo Tukiyo.

Misa Kamis Putih dan Jumat Agung serta Sabtu Suci diikuti oleh sekitar 5000 umat.  Misa berlangsung sebanyak 2 kali.

Dalam Ibadat Jumat Agung dan Misa Sabtu Suci, situasi di sekitar Gereja Katedral berlangsung aman dan kondusif.  Belasan petugas pengamanan dari TNI dan Polisi tampak berjaga-jaga baik di luar maupun di dalam halaman gereja.  Selain itu sekitar 16 pengurus Badan Sosial Lintas Agama (Basolia Kota Bogor) juga ikut membantu pengamanan.  Relawan Basolia tampak sibuk memarkir kendaraan yang lalu lalang, menyeberangkan lansia dan membantu para penyandang disabilitas untuk bisa mengikut Perayaan Tri Hari Suci tersebut.  Sekjen Basolia, Arifin Himawan mengutarakan, peran serta Basolia dimaksudkan agar kebersamaan umat lintas iman dalam mendukung peribadatan umat lainnya terlaksana dengan baik.  “Ini sudah menjadi komitmen kami, pengurus Basolia untuk saling mendukung satu dengan yang lain, agar semua umat beragama di kota Bogor dapat melaksanakan ibadat dengan nyaman dan aman,” katanya.

Iqbal, relawan Muslim mengaku senang bisa membantu umat Katolik dalam perayaan suci di Gereja Katedral.  “Saya dan rekan-rekan Muslim lainnya siap apabila kembali diminta bantuan untuk membantu umat Katolik dalam menjalankan perayaan keagamaan.  Tidak hanya umat Katolik, umat beragama lain pun akan kami bantu,” kata Iqbal yang juga dibantu rekan-rekannya yang memakai hijab.

Selain Arifin Himawan, tampak hadir dari umat lintas iman lainnya, seperti Pendeta Aria (Kristen), Sigit Sunarjadi, Chandra (Buddha), Kusniadi, Andry Harsono (Konghucu), Hedi, Iqbal dan rekan-rekan Muslim lainnya, Roy Vincetius (Katolik).

(Jam)

Leave a Reply

Top