Anda di sini
Beranda > Kategorial > Organisasi Karismatik Dunia Berkunjung ke Katedral

Organisasi Karismatik Dunia Berkunjung ke Katedral

[KATEDRAL] International Catholic Charismatic Renewal Services (ICCRS) atau di Indonesia lebih dikenal dengan Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik (PDPKK) menggelar pertemuan akbar di Vila Bukit Pancawati Bogor, Senin (22/2)-Selasa (1/3). Leadership Training Course (LTC) yang dibuat rutin setiap tahunnya kali ini dihadiri oleh lebih dari 10 negara di antaranya Australia, Arab, Korea Selatan, India, Inggris dan Amerika

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Michelle Moran selaku Presiden dari ICCRS. Dihari keempat Kamis (25/2) ICCRS berziarah mengunjungi Gereja BMV Katedral Bogor, saat itu mereka disambut langsung oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur. Kehadiran 200 orang anggota ICCRS ke Gereja Katedral itu ditandai dengan melakukan pujian penyembahan di Aula Paroki Katedral bersama-sama dengan pengurus PDPKK Santa Maria Fatima Bogor. Dalam sambutannya Bapa Uskup mengapresiasi pertemuan rutin tingkat dunia bertajuk “Memahami Cinta Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus”. “Kegiatan ini sangat baik karena anda sekalian dapat saling berjumpa dengan orang yang juga mencintai dan mengikuti Kristus dari berbagai Negara. Anda sekalian dapat saling sharing dan tentunya melalui kesaksian saling menguatkan iman kita masing-masing di dalam Yesus Kristus,” kata Uskup Bogor Monsinyur Paskalis.

Kunjungan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM dengan konselebran sejumlah imam mancanegara serta Pastor yang bertugas di Katedral. Michelle Moran dalam sambutannya mengagumi perkembangan karismatik di Indonesia. “kita semua tahu bahwa Indonesia adalah salah satu Negara dengan penganut Islam terbesar di Dunia, namun ternyata Gereja yang dalam hitungan statistik adalah minoritas tetap dapat berkembang. Karismatik disini pun demikian, hanya dalam kurun waktu beberapa tahun perkembangannya dapat lebih cepat dari negara-negara di Eropa dan Amerika,” ungkap Michelle Moran.

Peserta Perwakilan dari Keuksupan Bogor Cinde Triatmoko mengatakan mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dalam proses mengikuti LTC ini. “Disini saya baru mengerti bahwa sesungguhnya karismatik adalah tradisi gereja yang sudah ada sejak lama. Karismatik juga mempunyai dasar dokumen gereja yang kuat sehingga dapat dipertangunggjawabkan dalam iman Katolik,” jelasnya.

Theresia peserta asal Paroki Busan Korea Selatan mengungkapkan perubahan yang mendalam setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya begitu kagum dengan teman-teman di Indonesia yang begitu terbuka, semangat, dan bersukacita. Setelah bertemu mereka saya juga merasakan sukacitu itu, rasanya berdoa dan mengucap syukur menjadi lebih mudah. Indonesia begitu mengajarkan banyak hal kepada saya,”tukasnya kepada Berita Umat.

(John)

Leave a Reply

Top