Anda di sini
Beranda > Nusantara > OMK Harus Membangun Semangat Toleransi

OMK Harus Membangun Semangat Toleransi

Tidak terasa perhelatan akbar Indonesian Youth Day 2016 yang berlangsung di Keuskupan Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu (1/10) sampai Kamis (6/10) telah selesai. Berbagai proses menempa diri telah dilewati Orang Muda Katolik (OMK) se-Indonesia. Salah satu hasil dari pertemauan akbar 5 tahunan ini adalah ikrar OMK Indonesia untuk selalu membangun semangat toleransi dan kerukunan umat beragama di keuskupan masing-masing.

Selain itu hasil dari kegiatan yang dihadiri sekitar 3000 OMK dari 37 keuskupan di Indonesia ini yaitu ikut menanggapi ajakan Paus Fransiskus untuk menjaga alam ciptaan dalam ensiklik Laudato Si. OMK juga berkomitmen untuk senantiasa memperhatikan kaum marginal yaitu mereka yang lemah, miskin, dan telantar. Dalam dunia sosial politik kaum muda juga berjanji untuk membangun integritas guna menanamkan budaya anti korupsi. Terakhir OMK akan merealisasikan gagasan yang telah disebutkan diatas dengan aksi nyata di keuskupan masing-masing tanpa menghilangkan identitas diri sebagai Orang Muda Katolik.

Penutupan kegiatan terbesar OMK Indonesia ini ditutup dengan perayaan ekaristi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) Mgr. Pius Riana Prabdi dengan konselebran uskup-uskup se-Indonesia, hadir juga sekitar 150 imam dari Keuskupan Manado dan kontingen-kontingen peserta IYD.

Dalam homilinya Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto OSC mengungkapkan bahwa kaum muda di era modern ini dihadapkan pada teknologi internet dan digital yang membuat OMK bingung. “OMK saat ini memiliki mentalitas cepat saji, dunia remote control dan tombol. Hal ini membuat OMK berjalan tanpa arah tujuan,” ujar Mgr. Anton.

Ia berharap agar OMK mau mengembangkan talenta, minta, dan bakat agar dapat bermanfaat bagi sesama. “Setiap orang memang berbeda tapi berasal dari Allah yang satu dengan tujuan yang sama yakni keselamatan. 2 ikan dan 5 roti di tangan saya hanya akan menjadi sandwich ikan, namun di tangan Yesus dapat memberi makan 5000 orang. Segala sesuatu terjadi tergantung di tangan siapa dan gereja sekarang berada di tangan anak muda,” tukas Uskup Bandung sejak Juni 2014 itu.

(John)

Leave a Reply

Top