Anda di sini
Beranda > Pastoral > OMK Harus Ikut Perangi ‘Hoax’

OMK Harus Ikut Perangi ‘Hoax’

[ALAM ORGANIK CIHIDEUNG] Perkembangan zaman yang ditandai dengan percepatan arus informasi melalui internet sudah tidak dapat dibendung lagi. Dampaknya pun beragam, ada yang positif dan negatif, salah satu dampak negatifnya adalah ‘hoax’. “Cyber war, hoax, merupakan pertarungan media sosial (medsos) dengan menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya untuk kepentingan kelompok tertentu. OMK harus terlibat untuk memerangi hoax tersebut!” kata Aloysius Wisnu Hardana, anggota dari Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia.

Hoax, menjadi salah satu perhatian dari Seksi Kepemudaan Paroki BMV Katedral Bogor yang menggelar kegiatan dalam bentuk kamping di Alam Organik Cihideung, Jumat (17/8) sampai Minggu (19/8). Sekitar 70 peserta, 38 panitia, 8 orang pendamping,  bersama Pastor Moderator OMK RD. Marselinus Wisnu Wardhana ikut dalam kegiatan bertajuk ‘Moving from Knowing to Doing’ ini.

Aloysius Wisnu Hardana, anggota dari Kantor Staf Presiden (KSP) berbaju putih berfoto bersama seusai memberikan materi. Foto: Dok. Panitia

Lebih lanjut, Wisnu sapaan akrab Aloysius Wisnu Hardana menyampaikan, informasi dewasa ini tidak hanya diperoleh dari media konvensional seperti koran, majalah, ataupun buku. Internet menjadikan informasi sangat mudah diakses melalui satu sentuhan jari di layar gawai (gadget). “Bermain medsos sudah menjadi kebiasaan setiap orang, khususnya generasi milenial. Maka OMK, harus bijak dalam menggunakan medsos. Berpikir sebelum menyebarkan sebuah informasi, mencari kebenarannya terlebih dahulu, hoax atau bukan ya?” imbuh Wisnu.

Ia mengajak para OMK yang hadir untuk bijak menggunakan media sosial, dan mulai untuk menyebarkan berita-berita yang positif.

Pada hari kedua, hadir pula Pastor Paroki BMV Katedral Bogor RD. Dominikus Savio Tukiyo, Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Agus Muhardi, dan Wakil Ketua Dewan Keuangan Paroki (DKP) Adrianus Widjaja.

“Ya, hoax adalah berita yang belum jelas kebenarannya dan sulit juga untuk dipercaya, karena tujuan hoax adalah mempengaruhi opini publik. Saya berharap OMK tidak mudah reaktif terhadap hoax, dan tidak segera ‘copas’ sebelum mencari kebenaranya. Penuhilah media sosial dengan pewartaan kabar gembira, dan nilai-niai injil agar demikian iman kita akan berakar, bertumbuh, dan berkembang meski dalam suasana hoax di tengah kita. Maju terus OMK!” tegas Romo Tukiyo saat diwawancara bmvkatedralbogor.org.

Dalam kegiatan ini, OMK juga dikenalkan dengan beberapa organisasi gereja yakni Choice, Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK), Komunitas Karyawan Muda Katolik (KKMK) dan YPC St. Gregory (Youth Prayer Community).

Ketua Seksi Kepemudaan Argasianus Wiguna bersama Romo Marsel dan para pendamping memberikan pemaparan tentang bina iman remaja (BIR) dan bina iman taruna (BIT) serta rencananya 1 tahun ke depan.

Psikolog Agnes Insan saat memaparkan materi kepada para OMK yang hadir. Foto: Dok. Panitia

Sesi terakhir diisi oleh Psikolog Agnes Insan. Ia menjelaskan, Era milenial saat ini berpotensi memancing orang muda ataupun orang tua berlomba memasang citra publik sedemikian rupa agar mendapat banyak followers. “Sayangnya perlombaan biasanya hanya berhenti diakumulasi jumlah followers media sosial, bukannya pada karya riil yang memberikan manfaat nyata untuk Gereja dan masyarakat. Mari mulai saat ini, utamakan karya nyata dalam lingkup sekecil apapun. Karya yang menjawab kebutuhan orang di sekitar kita. Karena penting sekali melakukan hal-hal sederhana dengan setia dan konsisten tanpa berharap akan ‘tepuk tangan’ publik,” pungkasnya.

(John)

Leave a Reply

Top