Anda di sini
Beranda > Pastoral > Misa Malam Natal, Persembahan Hati untuk Kelahiran Yesus

Misa Malam Natal, Persembahan Hati untuk Kelahiran Yesus

[KATEDRAL] “Sudahkah kita selama masa Adven ini mengikuti renungan AAP di lingkungan atau wilayah? Sudahkah kita mengaku dosa untuk siap menyambut kelahiran-Nya?” tanya Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor RD Paulus Haruna kepada ribuan umat yang hadir saat misa malam Natal pertama di Gereja BMV Katedral Bogor, Senin (24/12). Pertanyaan refleksi dari Romo Haruna tersebut menjadi permenungan banyak orang hari itu. Apa yang bisa dipersembahkan kepada Yesus yang lahir? Seperti para majus yang membawa emas, kemenyan, dan mur, apa yang bisa umat bawa untukNya?

Jawabannya adalah hati yang bersih. Menurut Romo Haruna, dengan mengikuti renungan AAP kemudian diakhiri dengan pengakuan dosa membuat hati manusia bersih dan siap menyambut kelahiranNya. “Persembahan yang dapat kita berikan adalah hati yang tulus dan bersih. Persembahan hati kita juga harus dibarengi dengan memupuk tali persaudaraan untuk membawa sukacita kepada sesama,” katanya.

Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor RD Paulus Haruna (tengah) memimpin misa pertama di Gereja Katedral Bogor. Foto: Luki Karim

Vigili Natal atau malam Natal adalah sebuah perayaan dalam Gereja Katolik Roma untuk bersiap menyongsong kelahiran Yesus Kristus. Di Gereja Katedral sendiri misa berjalan dengan khusyuk dan khidmat. Misa yang dimulai pk. 17.30 WIB ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor RD Paulus Haruna dengan konselebran RD Dionnysius Manopo dan RD Alfonsus Sutarno.

Allah Mencintai Manusia

Sementara itu, misa kedua yang dimulai pk. 21.00 WIB dipimpin oleh RD Mikail Endro Susanto, dengan konselebran RD Antonius Pramudianto dan RD Paulus Piter. Iringan lagu O Datanglah Immanuel menandakan dimulainya perarakan. Malam itu, seluruh umat berfokus pada bayi Yesus yang telah dinanti-nantikan selama 4 minggu Adven.

Bayi Yesus dibawa sebuah keluarga saat misa kedua sebelum diletakan di kandang domba. Foto: Aloisius Johnsis

Romo Endro dalam khotbah Natal berarti Allah jatuh cinta pada manusia termasuk mereka yang berdosa. “Natal harus dirayakan dengan penuh sukacita karena kedatangan Kristus merupakan peristiwa di mana Allah menujukkan bahwa kasihNya yang nyata berlaku pada semua umat manusia, termasuk mereka yang berdosa. Melalui kesederhanaan keluarga Yesus, natal juga mengingatkan kita untuk selalu bersikap rendah hati dan bijaksana,” jelas Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan kepercayaan itu.

Perayaan Natal malam itu dimeriahkan oleh paduan suara dari BMV Youth Choir pada misa pertama dan OMK Santo Batholomeus pada misa kedua.

(Enoz Raja/Alexander Ones/John)

Leave a Reply

Top