Anda di sini
Beranda > Pastoral > Meriah, Paskah Bersama UBK

Meriah, Paskah Bersama UBK

[KATEDRAL] Perayaan Paskah Bersama umat berkebutuhan khusus (UBK) dan para pembakti kumpulan orang mau pelajari ajaran Kristus (KOMPAK) yang digelar di sekolah Budi Mulia Bogor, Minggu (8/4) berlangsung meriah dan sukacita. Puluhan UBK didampingi oleh pembakti diajak untuk mengikuti games seputar Paskah, seperti mencari telur yang diletakkan di sekitar halaman sekolah, menghias telur, dan lomba cerdas cermat dengan pertanyaan yang berkaitan dengan Paskah.

Puluhan UBK yang terdiri dari tunarungu, tunanetra, tunadaksa, dan tunagrahita tampak antusias mengikuti lomba yang diprakarsai pembakti KOMPAK. Hal itu terlihat saat mereka mencari telur, menghias telur, dan mengikuti lomba cerdas cermat. Panitia sengaja mengelompokkan mereka dari berbagai jenis keterbatasan (kecacatan) untuk membina kebersamaan, misalnya dalam lomba cerdas cermat tunanetra dikelompokkan satu tim dengan tunarungu. Begitu pun dengan tunadaksa. Permainan dan lomba tersebut lebih menekankan pada unsur kebersamaan dan kekompakan antar-UBK dan pembakti.

UBK didampingi pembakti melepas balon yang sudah diikatkan dengan surat. Foto: Dok. KOMPAK

Selanjutnya, UBK diminta menulis surat cinta kepada Tuhan yang kemudian surat tersebut diikatkan pada balon gas untuk diterbangkan satu persatu. Surat ini sebagai bentuk hubungan personal antara UBK dengan Tuhannya. Di akhir acara, seluruh UBK tanpa terkecuali mendapat bingkisan Paskah yang menarik.  

Sebelumnya, UBK dan keluarga serta pembakti mengikuti misa Kudus yang dipersembahkan oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM dengan konselebran RD. Mikael Endro Susanto dan RD. Marcelinus Wisnu Wardhana. Dalam misa itu tampak ketua KOMPAK Klemensia Shenny Chaniaraga dan Veronica Artha Dwijayanti bertugas menjadi penerjemah bahasa isyarat (interpreter).

Dalam homilinya, Uskup Paskalis mengingatkan kembali pada umat akan kerahiman Tuhan. “Perayaan misa hari ini bertepatan dengan Pesta Kerahiman Ilahi. Karenanya kita percaya bahwa Allah yang Maha Rahim akan selalu mengampuni dosa dan menerima kita. Untuk itu kita harus berani menentang godaan jahat yang menghalangi kita untuk bertemu dengan Allah,” ujar uskup Paskalis.

(Jam)

Leave a Reply

Top