Anda di sini
Beranda > Artikel > Menyikapi Rencana Tuhan

Menyikapi Rencana Tuhan

Saya memohon Kemakmuran …. dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati … dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi.

Selalu ada rencana indahNya dalam setiap kejadian.

Dalam kitab Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Hal ini jelas menunjukkan bahwa rancangan atau rencana Tuhan jelas jauh di atas rencana manusia. Rencana Tuhan jangka panjang, sedangkan rencana kita seringkali instant saja. Hal inilah yang sering membingungkan manusia, karena kita memang tidak dapat memahami rencana Tuhan.

Misalnya ketika kita memohon kemakmuran, Tuhan tidak langsung memberikan kekayaan, tetapi Tuhan menginginkan kita untuk bekerja karena Dia sudah memberikan otak dan tenaga kepada kita. Bila kita lakukan dengan penuh iman, maka pasti kekayaan dapat kita peroleh sesuai dengan rencana-Nya. Sedangkan saat kita memohon keteguhan hati, ternyata Tuhan malah memberikan berbagai hal berbahaya yang kita alami. Hal ini sebenarnya merupakan ujian dari Tuhan agar kita dapat mengatasi semua itu dan memiliki keteguhan hati untuk tetap percaya kepada-Nya.

Setiap ujian atau cobaan yang kita alami dalam hidup ini tidak melebihi kekuatan kita; saat kita tidak sanggup lagi mengatasi hal tersebut, percayalah Tuhan tidak tinggal diam, karena Dia adalah Allah yang setia, hal ini tertulis dalam 1 Kor 10:13. Kemudian dalam Yer 29:11 dikatakan juga bahwa Dia tidak akan membiarkan kita jatuh menderita, karena rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera dan kebahagiaan yang terwujud tepat pada waktunya dan memberikan hasil yang indah.

(Agus Goenawan)

Leave a Reply

Top