Anda di sini
Beranda > Seputar Paroki > Mencari Pengharapan Baru

Mencari Pengharapan Baru

[KATEDRAL] Perayaan Malam Paskah di Gereja Katedral berlangsung meriah. Pujian Paskah pun dinyanyikan dengan sangat indah membuat seluruh umat yang hadir terhanyut dalam suasana khidmat menantikan kebangkitan Yesus Sang Juruselamat. Gereja katedral menggelar Perayaan Sabtu Suci sebanyak 2 kali, pukul 17.30 WIB dan 21.30 WIB. Misa pertama dipimpin oleh Bapa Uskup Bogor Mgr. Paskalis dengan konselebran RD Yohanes Suparta, RD Marselinus Wishnu Wardhana dan misa ke-2 dipersembahkan oleh Pastor Paroki Katedral RD. Dominikus Savio Tukiyo bersama RD Yoseph Sirilus Natet serta para frater.

Bapa Uskup dalam homilinya menjelaskan bahwa umat yang mengikuti perayaan Malam Paskah ini hadir dari berbagai macam latar belakang. “Saudara dan saudari saat ini mungkin ada dalam suasana yang bersukacita dan berbahagia, tapi ada juga yang sedang mengalami kesulitan mungkin patah hati atau mengalami masalah dalam keluarga. Namun anda sekalian tetap hadir disini untuk mencari pengharapan baru melaui Kristus yang bangkit untuk kita,” tukas Mgr. Paskalis.

Penghormatan cahaya Kristus dalam bentuk lilin Paskah. Foto: Aloisius Johnsis

Sebelum memulai homilinya Monsinyur Paskalis mengajak seluruh umat untuk bersalaman, menyapa, dan membagikan senyuman kepada sesama. Ajakan tersebut membuat suasana perayaan menjadi cair dan hangat. “Sapaan saudara dan saudari sekalian dimaksudkan untuk membuka hatimu agar dapat menerima sesamamu dan karena malam ini adalah malam yang bergembira karena Kristus akan bangkit,” tutur Bapa Uskup.

Romo Tukiyo mengatakan melalui berbagai kegiatan dalam ret-ret agung umat diajak untuk merenungkan perjalanan Yesus dalam menghadirkan Kerajaan Allah. “Melalui pantang, puasa, doa, amal kasih, APP, pendalaman kitab suci, dan kegiatan-kegiatan lainnya kita diajak untuk dapat menghadapi persoalan keluarga dalam terang kasih kerahiman Allah,” ungkap Pastor Paroki Katedral.

Pada malam ini juga berlangsung pembaptisan dan penerimaan umat yang akan menjadi anggota resmi dari Gereja Katolik. Para umat yang hadir juga diajak untuk memperbarui janji baptis mereka dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Setelah upacara tersebut selesai umat diperciki dengan air suci untuk mengingatkan mereka akan pembaptisan yang telah diterimanya.

(John)

Leave a Reply

Top