Anda di sini
Beranda > Pastoral > Menabur Benih Panggilan

Menabur Benih Panggilan

[DEPOK] Dalam rangka Minggu Panggilan se-Dunia 2018 untuk pertama kalinya, Seksi Panggilan Paroki BMV Katedral Bogor mengajak orang muda Katolik (OMK) mengunjungi kaum religius untuk mengenal cara hidup mereka. Sekitar 80 orang OMK yang terdiri dari usia SMP dan SMA mengunjungi Biara Transitus OFM di Jl. Kamboja 22 Depok, dan Panti Asuhan Fajar baru yang dikelola oleh suster PRR di Jl. Makam Gocam No. 1, Cimanggis, Depok, Sabtu (28/4) pagi. Kegiatan ini juga diikuti oleh  RD Marselinus Wisnu Wardhana, RD Paulus Piter, Sr. Veronica, Sr. Lusia, dan Bruder Hendrik, serta 15 pendamping.

Kegiatan ini adalah salah satu cara untuk menabur benih panggilan di Paroki BMV Katedral Bogor. “Melalui kunjungan ini anda akan mengenal berbagai jenis panggilan khusus yang membaktikan hidup sepenuhnya untuk gereja. Mereka adalah para kaum religius yang terdiri dari imam maupun biarawan/biarawati. Dengan mengenal, semoga ada yang terpanggil untuk melanjutkan tugas penggembalaan umat ini,” imbau Pastor Paroki BMV Katedral Bogor RD. Dominikus Savio Tukiyo.

Pimpinan Suster PRR Sr. Wilfrida sedang berinteraksi dengan anak-anak. Foto: Istimewa

Layaknya orang muda yang bersemangat, untuk mengisi kekosongan saat perjalanan, para peserta melakukan perkenalan diri dan bernyanyi bersama. Keceriaan berlanjut saat tiba di biara OFM dan PRR. Para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan sejarah, karya-karya, dan kegiatan sehari-hari dari tarekat OFM dan PRR.

OFM atau Ordo Fratrum Minorum (juga disebut Fransiskan, Ordo Fransiskan, atau serafin) adalah sebuah ordo yang didirikan pada 1209 oleh Fransiskus dari Assisi Ordo tersebut mematuhi ajaran dan disiplin spiritual pendiri dan rekan dan pengikut utamanya, seperti Klara dari Assisi, Antonius dari Padua. Ordo ini memiliki ciri khas kaul kemiskinan atau kesederhanaan yang kuat.

Sedangkan, Konggregasi PRR atau Puteri Reinha Rosari adalah Konggregasi asli Indonesia yang didirikan oleh Mgr. Gabriel Manek, SVD (almarhum) dan Suster Anfrida, SSpS (Co Pendiri) di Larantuka, 15 Agustus 1958. Tarekat PRR didirikan berdasarkan tiga latar belakang, yakni, sebagai rasa syukur atas ketahanan iman umat di Keuskupan Larantuka yang selama 200 tahun tidak ada bimbingan hirarki, tetapi tetap kokoh. Kemudian, membaca kebutuhan yang mendesak terkait pewartaan sehingga Uskup Manek mendirikan konggregasi ini untuk bisa mewartakan injil. Terakhir, mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan.

Para peserta BIR kunjungan ke biara berfoto bersama di Biara Transitus. Foto: Istimewa

Ketua Seksi Panggilan Sr. Lusia RGS berharap, setelah mengenal para OMK dapat bersama-sama mendoakan kaum religius khususnya di Keuskupan Bogor. “yang terpenting bukan terpanggil atau tidak, karena panggilan adalah sebuah misteri, tapi para OMK yang ikut dapat memiliki wawasan yang luas tentang hidup membiara. Mari kita bersama-sama berdoa untuk panggilan di tanah sunda ini,” pungkasnya.

(John)

Leave a Reply

Top