Anda di sini
Beranda > Kategorial > Melayani Mereka yang Tersisih

Melayani Mereka yang Tersisih

[BONDONGAN] Panti Asuhan Bhakti Kasih mendapat kado istimewa pada Sabtu (23/2) yang lalu. Sebuah rumah tinggal baru yang berlokasi di kawasan Bondongan, Bogor Selatan bakal dihuni oleh puluhan anak-anak panti yang berasal dari masyarakan yang tersisih dan terlantar. Pemberkatan rumah baru tersebut dimulai pukul 10.30 WIB diawali dengan Misa Kudus yang dipersembahkan oleh RD. Marselinus Wisnu Wardhana.

Dalam khotbahnya Romo Marsel mendukung karya Bhakti Kasih yang melayani anak-anak yang tersisih dan terlantar. “Ini adalah pemberkatan tempat tinggal yang dikhususkan bagi anak-anak yang tersisih dan terlantar. Tempat ini akan menjadi sarana pula bagi mereka untuk melakukan aktifitas sehari-hari, belajar, dan sebagainya,” tutur Romo Marsel. Pimpinan Panti Asuhan Bhakti Kasih Anthonius Agus Supriatmono mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada Tuhan dan para donatur yang telah berkenan memberikan dukungan kepada Bhakti Kasih. “Rumah ini atas nama saya namun bukan milik saya. Harapan saya rumah ini dapat menjadi rumah untuk mereka yang tersisih, terbuang dan tidak diperhatikan. Kedepan semoga bisa menjadi tempat tinggal untuk semua, dari balita sampai opa oma,” papar pengagum Bunda Theresa itu.

Panti Asuhan Bhakti Kasih sendiri berdiri pada Mei 2011. Berawal dari keprihatinan Pak Agus Supriatmono terhadap anak-anak eksTimor Leste dan korban gempa Nias 2005. Awalnya panti ini ditinggali oleh 25 orang anak dan . bertempat di Jalan Pabaton Bogor Tengah. Bhakti Kasih diresmikan oleh RD. Benyamin Sudarto Pastor Paroki BMV Katedral saat itu. Kini anak-anak yang tinggal di Bhakti KIasih terus bertambah. Karenanya Pak Agus berharap ada tempat baru yang lebih mampu menampung jumlah anak-anak. Gayungpun bersambut, donatur memberikan sebuah rumah yang cukup menampung anak-anak tersebut. Tak sekadar menjadi tempat tinggal, Bhakti Kasih pun menyediakan kebutuhan makan minum juga pendidikan hingga merka lulus. “Setelah mereka dewasa tadinya saya mau tutup, namun lulus 1 masuk lagi 4, lulus 2 masuk lagi 3 sampai saat ini sudah berjumlah 35 orang,” ungkap pria kelahiran Semarang 1969.

Proficiat Bhakti Kasih!

(John)

Leave a Reply

Top