Anda di sini
Beranda > Artikel > Kuasa Perkataan

Kuasa Perkataan

Ibrani 12:2, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,

yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”

Janganlah terganggu oleh kritik, ingatlah! Keberhasilan yang sebagian orang alami hanyalah ketika mereka mengabaikan kritik dan tetap maju dalam langkah

yang powerfull

Sebuah kritik bagaimana pun juga tetaplah  kritik. Jadi berhati-hatilah dengan perkataan kita.

>Seorang pakar dari Jepang mengadakan riset atas dua toples beras, toples pertama ditempeli kertas yang berisi kritikan, alhasil dalam tempo dua minggu beras tersebut menjadi hitam dan membusuk. Sementara toples kedua ditempeli kertas yang berisi kata-kata pujian, alhasil berasnya tetap baik dan segar.

Lalu, bagaimana jika hal di atas terjadi pada manusia?

Alkisah ada seorang gadis cilik yang sedang bermain dengan bonekanya. Ia pun menghampiri ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur. Karena perasaan kesal dan marah, sang ibu pun kontan membentak anak semata wayangnya itu, “pergi sana, dasar cah elek (anak jelek)!”

Meski sebenarnya sang ibu tidak bermaksud berkata kasar dan tentu saja hal itu tidaklah benar, karena gadis itu tidak jelek, sang anak memercayai perkataan ibunya itu. Sejak saat itu sang gadis cilik menjadi anak yang pemurung.

Dan seiring berjalannya waktu, gadis cilik itu pun tumbuh dewasa dengan terus memercayai bahwa dia adalah “cah elek” sehingga dia menjadi pribadi yang minder, sulit bersosialisasi dan tertutup.

Berkat atau kutuk? Semuanya diungkapkan dengan kata-kata.

Sadarkah bahwa perkataan kita hari ini dapat menentukan sikap seseorang di hari esok? Siapa pun dia, apakah anak, saudara, orangtua, pasangan hidup, teman ataupun orang asing, hendaknya kita menjaga perkataan kita, karena perkataan itu penuh dengan kuasa.

“Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (Amsal 12 : 18).

Namun jika kita yang mendapatkan kritikan atau hinaan dari orang lain,

Janganlah setiap dari kita  terpengaruh oleh perkataan negatif tersebut, abaikan saja lalu

pandang Tuhan, ingat akan kasih dan kebaikannya, maka pengharapan dan iman kita akan bangkit.

Jangan dengar apa kata orang, tapi dengarlah apa yang Tuhan katakan tentang kita, maka seluruh aspek hidup kita akan berubah, Dia akan membawa kita kepada

kesempurnaan.

Penulis : Deasy Junaedi (dari berbagai sumber)

Penulis adalah seorang tunanetra anggota Bogor Diasbilitas Center (BDC)

Leave a Reply

Top