Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Komsos Harus Hidup dan Saling Menghidupkan

Komsos Harus Hidup dan Saling Menghidupkan

[PUSPAS] Guna membangun sinergisitas dalam berbagai media pewartaan yang dimiliki oleh Gereja, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Bogor menggelar Temu Komsos se-Dekanat Tengah, Kamis (10/5) pagi. Pertemuan yang bertempat di lt. 3 Gd. Pusat Pastoral Keuskupan Bogor ini dihadiri sekitar 25 orang perwakilan dari 9 Paroki di Dekanat Tengah.

Ketua Komsos Keuskupan Bogor RD David Lerebulan menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah sharing karya untuk memotivasi sesama tim Komsos agar terus kreatif dan produktif. “Komsos tidak boleh menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang berkompetisi untuk menjadi yang terbaik tapi harus menjadi media-media yang saling menghidupkan satu sama lain,” katanya.

Ia melanjutkan, Dekanat Tengah memiliki karakteristik yang berbeda dari dekanat lainnya. Paroki terbesar hingga terkecil ada di dekanat ini. ”Komsos yang produktif dan memiliki banyak karya sampai komsos yang baru mulai hidup ada di dekanat ini. Oleh karena itu kita sharing agar setiap seksi komsos di paroki dapat hidup dan menghidupkan,” ujar Romo David.

Romo David pun mengakui Komsos Keuskupan sedang bertumbuh baik majalah Mekar yang tidak kuncup lagi dan website serta berbagai media sosial yang tengah dibangun. “Kami berkomitmen mendorong komsos di paroki-paroki untuk terus bertumbuh. Jika membutuhkan pelatihan jurnalistik, penulisan, fotografi, dan media sosial, Komsos Paroki dapat mengundang kami secara gratis,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 9 paroki yakni, BMV Katedral Bogor, St. Fransiskus Asisi Sukasari, St. Ignatius Loyola Semplak, St. Andreas Ciluar, PKKC, St. Yakobus Rasul Mega Mendung, St. Joannes Baptista Parung, Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata, dan Sentul.

(John)

Leave a Reply

Top