Anda di sini
Beranda > Nusantara > KOMPAK Berharap e-Katolik Ramah Disabilitas

KOMPAK Berharap e-Katolik Ramah Disabilitas

[SURABAYA] Umat berkebutuhan khusus (UBK) atau penyandang disabilitas layaknya umat non-disabilitas juga memiliki kebutuhan untuk mengakses literasi  yang berkaitan dengan iman. Tak dipungkiri, kemajuan teknologi mendorong  produk digital menjadi konsumsi bagi banyak orang, termasuk UBK. Menanggapi kebutuhan akan literasi UBK, Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK) Disabilitas berharap e-Katolik memiliki aplikasi dan konten yang ramah bagi disabilitas. “Kami berharap e-Katolik dapat bekerja sama, bersinergi, agar konten yang dimiliki terus dikembangkan dan akhirnya aplikasi e-Katolik ramah bagi UBK,” pinta Pengurus KOMPAK, Anna Sofia saat menemui Pendiri e-Katolik, Bernadus Agus Cahyono di ruang kerjanya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/11).

Anna melanjutkan, aplikasi yang ramah bagi UBK penting mengingat UBK juga memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi guna menambah pengetahuan dan perkembangan imannya. “Untuk saat ini mungkin karena ini hal yang baru bagi e-Katolik, di awal bisa berupa renungan harian, kumpulan doa, dan artikel lainnya namun harus ada teks dan suaranya. Running teks berguna untuk UBK tunarungu, sementara suara untuk memfasilitasi tunanetra,” katanya. Baru setelah itu, sambung Anna, e-Katolik bisa mengembangkan kontennya sehingga memiliki aplikasi yang akses bagi disabilitas.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut juga dihadiri oleh Ketua KOMPAK Shenny Chaniaraga dan pengurus KOMPAK lainnya Theresia Sirait. “Untuk tunanetra, penggunaan huruf braille yang dikonversikan dari huruf latin sudah tidak efektif. Karena satu halaman huruf latin saja membutuhkan berlembar-lembar huruf braille. Apa lagi di era digital ini, tunanetra sudah familiar dengan gadget (gawai, red). Kalau e-Katolik bisa menyediakan aplikasi yang ramah bagi kaum disabilitas, ini sangat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan iman mereka,” papar Shenny.

Dia menyatakan KOMPAK konsen dengan pembinaan iman UBK. “Kami memang fokus terhadap pembinaan iman UBK. Apa yang ada di gereja kami hadirkan pada UBK. Mereka juga bagian dari gereja, karena itu mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan sakramen-sakramen termasuk misa bersama umat non-disabilitas yang rutin kami selenggarakan,” ujarnya.

Dari hasil pembicaraan tersebut, Pendiri e-Katolik, Bernadus Agus Cahyono akan mempelajari saran dari KOMPAK. Dia mengapresiasi upaya KOMPAK selama ini yang telah menghadirkan “Gereja” bagi UBK. “e-Katolik adalah portal, kami tidak memproduksi konten. Namun kami akan mulai untuk bacaan liturgi, renungan harian, kumpulan doa akan kami lengkapi dengan teks dan suara. Setahap demi setahap akan kami benahi sehingga nantinya bisa memiliki aplikasi yang ramah bagi disabilitas. Namun kami harus pelajari desain dan fiturnya supaya bisa memfasilitasi dan menjangkau kebutuhan mereka,” imbuhnya.

KOMPAK juga berharap pada 7 Maret 2019 nanti e-Katolik dapat hadir di Paroki Hati Kudus Kramat Jakarta saat launchingGadget Suci bagi Tunanetra”. Pada 7 Maret nanti KOMPAK bekerja sama dengan Komisi Kateketik Keuskupan Agung Jakarta akan menggelar Semilokal Gadget Suci. “Dalam acara tersebut diharap tunanetra sudah bisa memiliki gadget yang mampu  mengakses literasi yang ramah termasuk dari e-Katolik,” ucap Shenny.

(Jam)

Leave a Reply

Top