Anda di sini
Beranda > Artikel > Kasih itu Memberi

Kasih itu Memberi

Kasih itu bukan mengenai apa yang dapat Anda peroleh melainkan apa yang dapat Anda berikan. Kasih selalu tersedia, jika Anda benar-benar menginginkannya.

Dalam tingkat persaingan yang semakin tinggi, maka saat ini sebagian besar manusia menekankan pada sifat egoisme-nya sendiri. Ia tidak mementingkan kebutuhan dan keperluan orang lain, tetapi lebih mementingkan semua kebutuhan dan keperluannya sendiri terlebih dahulu. Cinta kasih cuma merupakan slogan saja dalam diri kita, tetapi tidak kita lakukan dalam praktik kehidupan. Prinsip untuk mengasihi sesama (Mat 22:39) apalagi mengasihi musuh (Mat 5:44), semua sudah digantikan dengan prinsip ”mengasihi diri sendiri di atas segalanya” serta ”keuangan yang maha kuasa”.

Janganlah hanya fokus pada perolehan yang akan kita dapatkan, karena hal ini membuat kita menjadi berjiwa pengemis, yang hanya bisa menantikan pemberian dan belas kasihan dari pihak lain. Kasih yang ada pada diri kita itu seharusnya merupakan suatu ’kata kerja’ yang membuat kita melakukan tindakan kasih. Hal ini dapat kita lakukan dengan jalan memberikan kasih kepada sesama.

Kita juga tidak perlu takut akan kehabisan kasih, semakin banyak kita memberi maka semakin banyak juga kita akan menerimanya. Kasih itu selalu tersedia di sekitar kita, semua tergantung pada diri kita sendiri, apakah kita sungguh-sungguh menginginkannya untuk kita gunakan atau memang kita mau mengabaikannya saja.

(Agus Gunawan)

Leave a Reply

Top