Anda di sini
Beranda > Artikel > Idul Fitri, Pengurus Gereja Keliling Pesantren

Idul Fitri, Pengurus Gereja Keliling Pesantren

[KATEDRAL] Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Perayaan Idul Fitri tahun ini pengurus gereja di antaranya Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, Pastor Paroki Katedral RD Dominikus Savio Tukiyo, RD Mikael Endro Susanto, beserta pengurus Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) perwakilan agama Budha, Kristen, Konghucu, dan Hindu akan berkeliling pesantren untuk secara khusus mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada tokoh-tokoh Muslim di Bogor.

“Biasanya setiap tahun monsiyur, romo, dan rekan-rekan dari Basolia datang mengunjungi kami, memberi ucapan selamat Lebaran, bersilaturahmi dan mengadakan ramah-tamah,” kata Ketua Umum Basolia yang juga tokoh umat Muslim Kota Bogor, KH Zaenal Abidin dalam percakapan dengan Berita Umat, Kamis (23/6).

Sejumlah pesantren di antaranya di kawasan Pagentongan, Cimanggu, dan Katulampa yang merupakan milik pengurus Nahdlatul Ulama (NU) akan menjadi tempat persinggahan sejumlah tokoh umat itu. “Ini merupakan bentuk keakraban dan hubungan antaragama yang harmonis yang terus kita lakukan,” tandas Zaenal.

Sebaliknya, sambung Zaenal, dalam Perayaan Natal dan hari kebesaran agama lain, pihaknya juga tidak canggung untuk mengucapkan selamat. “tiap umat Islam berbeda-beda dalam cara pandangnya terhadap agama lain terutama saat perayaan keagamaan, tapi bagi kami (NU) mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain tidaklah salah. Almarhum Gus Dur dulu tak ragu mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani,” ungkap Zaenal. Dalam pandangan NU, kerukunan antarumat beragama adalah sebuah keniscayaan.

Sementara itu di Kota Bogor, kehadiran Basolia sejak sekitar sembilan tahun lalu membawa banyak dampak positif bagi kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dalam tayangan di salah satu stasiun televisi swasta, Walikota Bogor, Bima Arya mengapresiasi peranan Basolia dalam memelihara harmonisasi antarumat. “Di Kota Bogor toleransi dan kerukunan antarumat beragama terpelihara dengan baik, ada Basolia yang ikut membantu Pemkot Bogor untuk mendukung terciptanya hubungan yang harmonis antar umat beragama,” ujar Bima.

Selain Basolia, Festival Cap Go Meh (CGM) yang digelar tiap tahun di Vihara Dhanagun yang melibatkan beragam etnis, agama, dan golongan masyarakat menjadi bukti bahwa torelansi dan kebersamaan antarwarga di Kota Bogor berlangsung baik.

Uskup Bogor Mgr Paskalis dalam berbagai kesempatan juga terlibat aktif dalam upaya menjaga perdamaian di Bogor. Dalam beberapa kesempatan, Monsinyur menghadiri doa bersama tokoh lintas iman dan pejabat Pemkot Bogor. Bapa Uskup juga pernah mendapat kunjungan dari sejumlah tokoh Muslim dan berdialog merumuskan perdamaian dan kerukunan antarumat beragama.

(Jam)

Leave a Reply

Top