Anda di sini
Beranda > Mancanegara > Gereja Tanpa Martir Seperti Gereja Tanpa Yesus
51 views

Gereja Tanpa Martir Seperti Gereja Tanpa Yesus

“Para martir dan orang-orang Kristen yang mengalami penganiayaan karena iman mereka adalah kemuliaan, kekuatan dan harapan Gereja yang besar, dan mereka berkorban bagi banyak orang, namun orang masih mengeluh karena kekurangan sesuatu,” kata Paus Fransiskus.

“Jantung Gereja terdiri dari orang-orang yang menderita dan memberikan hidup mereka seperti Yesus, yang dilempari batu, disiksa dan dibunuh dengan pedang, namun mereka tetap setia kepada Kristus,” kata Paus Fransiskus pada 30 Januari selama Misa di Kapel Domus Sanctae Marthae.

“Gereja tanpa martir, saya berani mengatakan, adalah sebuah Gereja tanpa Yesus,” tambahnya.

“Martir adalah orang-orang yang berjuang demi Gereja, mereka adalah orang-orang yang mempertahankan Gereja,” kata Paus.

Sementara Gereja besar menarik banyak orang dan merupakan sukses besar, indah dan kuat, namun “kekuatan terbesar dari Gereja saat ini adalah  Gereja kecil, benar-benar kecil, dengan hanya beberapa orang, mereka dianiaya, bersama uskup mereka di penjara,” katanya. “Ini adalah kemuliaan dan kekuatan kita hari ini,” imbuhnya.

Ada banyak martir Kristen saat ini daripada Gereja di abad pertama, tetapi “media massa tidak melaporkan hal ini karena tidak layak diberitakan,” katanya.

Begitu banyak pria dan wanita “diberkati karena (mereka) dianiaya, dihina, dipenjara. Ada begitu banyak orang berada di penjara hanya karena memakai salib atau mengakui Yesus Kristus.”

Kesaksian mereka “adalah demi kemuliaan Gereja dan mendukung kita serta juga penghinaan kita – kita yang memiliki segalanya, segalanya tampak mudah bagi kita dan jika kita kekurangan sesuatu, kita mengeluh,” kata Bapa Suci.

“Mereka adalah harapan kita,” tambahnya, seraya mengatakan darah para martir adalah benih bagi orang Kristen di masa depan.

(John/Indonesia.ucanews.com)

Leave a Reply

Top