Anda di sini
Beranda > Kategorial > Dukung Pelayanan KOMPAK, Romo Rudy Minta Pembakti Militan

Dukung Pelayanan KOMPAK, Romo Rudy Minta Pembakti Militan

[KATEDRAL] Iman sejatinya diiringi dengan perbuatan. Karena tanpa perbuatan, iman menjadi sia-sia. Begitu pula dengan iman pembakti dalam pelayanan terhadap sesama. Untuk dapat melayani dengan baik, seseorang harus memiliki iman yang militan. Demikian dinyatakan Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) RD Rudy Hartono saat memberi pengajaran kepada puluhan pembakti Kumpulan Orang Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK) Jakarta dan Bogor di Sekolah Budi Mulia Bogor, Minggu (13/5).

Romo Rudy melanjutkan, untuk memiliki iman yang militan, seseorang harus meneladani apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. “Tidak ada jalan lain untuk memilki iman militan, selain harus mengikuti jejak Yesus dan meneladaninya. Ajaran Yesus tertuang dalam kitab suci, karenanya umat Kristiani wajib membaca kitab suci karena itulah sumber iman yang benar,” tuturnya.

Romo Rudy mengambil contoh bacaan dalam injil Yohanes 14:6 yang berbunyi “Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku”. Dijelaskan, bila iman yang militan haruslah memakai jalan Yesus, memakai kebenaran Yesus, dan hidup serta bertindak seperti Yesus.

Romo Rudy optimistis para pembakti KOMPAK mampu meneladani sikap Yesus dalam melayani sesama, khususnya umat berkebutuhan khusus (UBK). “Jujur saja awalnya saya belum begitu yakin tentang pelayanan KOMPAK, saat beberapa tahun lalu ibu Shenny (ketua KOMPAK, red) mendatangi saya untuk berbicara tentang KOMPAK. Namun setelah melihat perkembangan dan pelayanan KOMPAK, saya percaya. Pelayanan yang baik itu akan menghasilkan buah yang baik. Dan KOMPAK telah membuktikan hal itu. Maka itu saya akan memasukkan KOMPAK dalam bidang pelayanan komisi kateketik KAJ,” tukas Romo Rudy.

Ketua Komisi Katektik KAJ RD Rudy Hartono memberi pengajaran kepada puluhan pembakti KOMPAK dan UBK. Foto: Dok. KOMPAK

Ketua KOMPAK Klemensia Shenny Chaniaraga menyatakan, tujuan diadakannya pengajaran dari Romo Rudy adalah untuk memastikan bahwa setiap pribadi para pembakti memiliki iman yang teguh, semangat yang tinggi, tegas dan siap menghadapi segala tekanan hidup baik kehidupan sekuler dan gangguan dari kuasa-kuasa jahat yang beredar di bumi. “Selain itu tujuan diadakan pengajaran ini meneguhkan para pembakti melalui bacaan-bacaan injil bahwa hidup para rasul bisa sangat dijadikan contoh untuk terus mengupayakan diri masing-masing memiliki iman yg tidak goyah dan menguatkan arahan panggilan hidup bagi pembakti-pembakti yang berusia muda untuk dapat menjawab pergumulan hidupnya masing-masing, serta menguatkan mereka agar setia menanggung segala hal yang terjadi dalam kehidupan saat ini,” papar Shenny kepada Berita Umat, Komsos Paroki Katedral Bogor, Selasa (15/5).

Dalam kesempatan itu, sambung Shenny, kedatangan Romo Rudy adalah untuk memberikan dukungan moril kepada para pembakti KOMPAK Jakarta dan Bogor, melihat langsung pelaksanaan kelas kateketik UBK terutama menyemangati para UBK untuk mempraktikkan hidup doa rosario, dan menguatkan spiritualitas pembakti dengan memberikan asupan gizi rohani yg kontekstual, agar karya pelayanan KOMPAK bisa terus berkembang luas kemanapun, demi merangkul yg lemah, yang diabaikan, yang disabilitas di mana pun.

Doa Rosario

Sebelumnya di tempat yang sama puluhan pembakti dan UBK menggelar doa rosario bersama untuk mengisi bulan Maria. Doa rosario dipimpin oleh pembakti KOMPAK Fidelia Wardhani. Puluhan pembakti dan UBK  tampak khusuk mendaraskan doa rosario. Mereka berkumpul bersama setelah sebelumnya mengikuti misa di Gereja Katedral Bogor pukul 11.00 WIB yang dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap siang bersama.

(Jam)

Leave a Reply

Top