Anda di sini
Beranda > Lingkungan/Wilayah > Bukber Ala OMK Sanbartho

Bukber Ala OMK Sanbartho

[INDRAPRASTA] Puluhan Orang Muda Katolik (OMK) Santo Bartholomeus, Sabtu (2/6), berkumpul di Wingers, Jl Pandu Raya, Indraprasta 2 Bogor.

OMK Sanbartho, begitu mereka disapa, begitu akrab satu sama lain. Hampir 50 orang OMK ikut acara yang mereka namai “buka bersama (bukber)” itu.

“Kami selalu mendorong anak-anak muda untuk berkumpul, bersenang-senang, doa bersama. Acara tidak perlu formal, santai saja. Harapan kami, mereka saling kenal satu sama lain, dan tentu saja lebih akrab, tidak canggung,” kata Ketua Wilayah Santo Bartholomeus, JK Kristiyono.
Pak Kris, begitu pria asal Yogyakarta ini disapa, berupaya membuat acara serupa secara rutin ke depan.

“Mereka beberapa waktu lalu baru saja bertugas koor pada malam Paskah. Setelah itu, direncanakan mengadakan acara Paskah OMK tetapi tidak terlaksana. Maka saya dorong mereka membuat acara bukber ini, bukber ala Katolik. Kami para orang tua ingin mereka meneruskan kami pada masa mendatang. Mereka harus dikader dari sekarang. Mereka harus sering berkumpul seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula romonya anak-anak muda, Romo Marsel Wisnu Wardana. Pembina OMK, Arga Wiguna, dan perwakilan OMK dari Paroki Katedral juga hadir. Beberapa orangtua dari OMK juga ikut menyemarakkan kegiatan itu.

Bukber dibuka dengan doa oleh Romo Marsel. Kemudian, mengenang kilas balik dari OMK Sanbartho, seperti tugas koor yang sering mereka jalani. Tidak lupa pula mereka memperkenalkan masing-masing. Dokumentasi mereka cukup rapi, sehingga foto semua hadir dapat terpampang di layar.
Hampir semua acara diisi dengan games, mulai dari tebak gambar, tebak lagu, hingga makan biskuit di mana biskuitnya diletakkan di dahi, dan harus masuk ke mulut tanpa bantuan tangan.

“Terima kasih kepada teman-teman mau berkumpul bersama. Dengan adanya perjumpaan dan semakin sering bertemu, itu bisa mengkader orang-orang muda, sehingga bisa sadar kekayaan gereja Katolik itu sangat banyak. Harus diakui, orang-orang muda sekarang belum merasa bahwa kekayaan gereja Katolik itu sangat banyak,” kata Romo Marsel.
Menurut Romo, para OMK bisa bersama-sama mengupas ajaran Katolik.

“Contohnya, OMK Santo Bartholomeus ini, dengan acara ini bisa menginspirasi OMK wilayah lain untuk mengadakan acara serupa. Terima kasih kepada para pengurus OMK Bartholomeus yang telah mengadakan acara ini. Kalau bisa yang kuliah mengajarkan yang SMA dan yang SMA mengajarkan yang masih SMP untuk bersama-sama bertumbuh dalam OMK,” katanya.

Pak Arga, yang terus setia mendampingi para muda, gembira dengan acara tersebut. “Saya ucapkan terima kasih ke pengurus wilayah yang mendukung acara ini, sehingga lebih ramai. Acara ini menarik, dan semoga wilayah-wilayah lain dapat

OMK Sanbartho bermain games saat bukber. Foto: Bernadus Wijayaka

membuat acara serupa. Yang penting OMK guyub, kumpul bersama, acara dibikin yang santai,” kata Arga.
Arga berharap, pendamping OMK di setiap wilayah harus ada. “Kalau wilayah OMK jalan, yang paroki akan enak. Pengkaderan harus dari wilayah dulu,” katanya.

Salah satu OMK Sanbartho, Bastian, mengatakan, acaranya bukber tersebut mengasyikkan. “Memang sudah lama kita tidak mengadakan acara kumpul-kumpul bareng. Biasanya cuma latihan koor saja. Kami semua enjoy dengan acara ini. Semoga acara ke depan lebih ramai lagi, lebih banyak yang ikut,” katanya.

(BW)

Leave a Reply

Top