Anda di sini
Beranda > Sajian Utama > Bogor Panen Iman: 8 Imam, 4 Diakon Ditahbiskan

Bogor Panen Iman: 8 Imam, 4 Diakon Ditahbiskan

[CIBINONG] Sebanyak 8 diakon dan 4 calon diakon ditahbiskan menjadi imam dan diakon dalam upacara Tahbisan Imam yang bertepatan dengan “Hari Raya Bunda Maria Dikandung Tanpa Dosa” yang jatuh setiap  8 Desember.

Dua pentahbis utama Duta Besar (Dubes) Vatikan  untuk  Indonesia (Nuncio) Mgr. Antonio Guido Filipazzi dan Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM mengingatkan akan kemurnian para imam dalam menjalankan tugasnya sebagai gembala umat. “Menjadi imam berarti menjadi pelayan umat. Menjadi seorang imam harus senantiasa memiliki hati yang bertelinga dan jangan sampai menutup mata akan kebutuhan umatnya. Hal yang menjadi sangat kontras dan berbeda dari yang lain, bahwa menjadi imam harus memiliki semangat Injil yang terus membara dan tidak lupa mewartakan kabar baik kepada semua orang,” pesan Nuncio di hadapan sekitar 2.500 umat dan ratusan imam, biarawan, biarawati dan para undangan yang menghadiri upacara tahbisan di Gereja Keluarga Kudus Cibinong, Bogor, Senin (8/12).

Dubes Vatikan itu juga menjelaskan kembali pentingnya tujuh sakramen dalam Gereja Katolik yang meliputi inisiasi dan non inisiasi. “Umat sangat membutuhkan penjelasan mengenai sakramen tersebut, terlebih makna dan fungsinya, imam dan diakon harus dapat menghidupkan pengetahuan dan iman umat atas sakramen-sakramen tersebut,” pinta Dubes.

Terkait dengan Liturgi Gereja, imam harus mengajarkan liturgi yang merupakan bagian dari ekaristi yang benar sesuai dengan magisterium dan tradisi. “Tidak dibenarkan imam dalam satu paroki mengubah sudut pandang liturgi yang akhirnya menjadi bidaah (ajaran sesat). Dalam homili yang singkat itu dapat digarisbawahi bahwa imam tidak boleh melupakan lima peranan gereja yaitu liturgia, kerygma, diakonia, koinonia, dan martyria, kemudian menjalankannya dengan semangat yang bekobar-kobar,” tegasnya.

Penebar Sukacita

Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM menandaskan, imam Tuhan adalah penebar sukacita injil di tengah umat beriman. “Sukacita injil memenuhi hati dan hidup semua orang yang menjumpai Yesus,” kata Monsinyur mengutip evangelii gaudium 1. Seruan ini, kata Monsinyur dituturkan oleh Paus Fransiskus dalam surat anjurannya bernama Evangeli Gaudium. “Ajakan untuk memiliki sukacita injil patut kami sampaikan kepada seluruh umat yang hadir dalam peristiwa pentahbisan imam ini. Peristiwa tahbisan selalu merupakan suatu peristiwa rahmat yang mendatangkan berkat bagi Gereja Universal, khususnya bagi gereja Keuskupan Bogor,” katanya.

Monsinyur menerangkan, para imam sebagai rekan-rekan kerja para uskup, pertama-tama wajib mewartakan injil Allah kepada semua orang,  dengan melaksanakan perintah Tuhan, “Pergilah ke seluruh dunia, wartakanlah injil kepada segala makhluk (Mrk. 16:15). Mereka membentuk  dan mengembangkan umat Allah (bdk. PO4) himbauan Presbyterorium Ordinis ini mengingatkan para imam akan dua hal, pertama corak kolegialitas imamt yang begitu terang dalam tradisi Gereja Katolik. Para imam itu adalah rekan-rekan uskup dalam menjalankan tugasnya untuk  membangun umat Allah. Tugas-tugas itu pada intinya berkiblat pada tiga tugas utama yakni tugas mengajar, memimpin dan menguduskan Gereja itu. Kedua, mewartakan Injil kepada segala makhluk. Untuk melaksanakan kewajiban ini, para imam mesti membangun Gereja yang bercorak misioner,” paparnya.

Paus Fransiskus, lanjut Uskup Paskalis, menggambarkan gereja sebagai “La Chiesa in uscita” artinya gereja yang bergerak keluar dari dirinya sendiri untuk bisa mewartakan Injil kepada semua orang. “Maka itu saya mengajak semua umat di Keuskupan Bogor ini agar berusaha mengembangkan gereja yang bercorak misioner. Semua komponen umat mesti bergerak pergi keluar menyampaikan kabar sukacita. Kepada para imam dan diakon semoga peristiwa tahbisan ini menjadi titik keberangkatan yang baru bagi kita untuk memperteguh semangat hidup dan perutusan secara kolegial,” tukasnya.

Setelah homili selesai, dilanjutkan dengan ritus pentahbisan, dimulai dengan pengulangan janji imamat, mengikrarkan hidup bakti di depan altar.  Dimulai dari para diakon kemuadian disusul para imam yang baru ditahbiskan. Kedelapan imam itu terdiri dari 4 imam Fransiskan yakni, Kristian Emanuel Stefan OFM, Andreas Patriamus Mbete Ijumbeke OFM, Erens Albertus Novendo Gesu OFM, Yohanes W. Rahmatfajar Udi OFM, 3 imam dari serikat Carmelitae Sancti Eliae (CSE) yakni Filomeno Cardoso Andrade CSE, Albertus Trinitas CSE, Innocentius Maria CSE, dan satu imam Projo yakni David Lerebulan Pr. Sedangkan keempat diakon, Marselinus Wisnu Wardhana, Bonifasius Heribertus,Hieronymus  Spiritu Sancto, dan Alvares Maria.

(Jam)

Leave a Reply

Top