Anda di sini
Beranda > Nusantara > Bakti Sosial Basolia, Perbedaan Agama Bukan Lagi Masalah

Bakti Sosial Basolia, Perbedaan Agama Bukan Lagi Masalah

[CIPAKU] Dalam rangka memperingati HUT KODIM III Siliwangi ke-69, TNI bersama dengan Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan di Keluarhan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (13/3).

Acara ini dibuka dengan apel pagi anggota TNI yang dipimpin oleh Walikota Bogor Bima Arya. Dalam instruksinya, Bima Arya optimis Bogor dapat menjadi bersih dan hebat apabila seluruh elemen masyarakat bekerja sama dengan baik.  Selesai apel pagi, TNI dan BIma Arya segera menuju ke lokasi bakti sosial yang tersebar di Kelurahan Genteng untuk melakukan pengecatan rumah ibadat, perbaikan jalan setapak, pembersihan jalan dari Kertamarya hingga Cipaku, serta pembuatan lubang biopori.

Sementara itu, di Kantor Kelurahan Genteng, acara yang dipimpin oleh Arifin Himawan selaku Sekjen BASOLIA didahului dengan kata sambutan dari Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono. Ketua DPRD berpesan agar kegiatan bakti sosial tidak hanya dilakukan di seluruh Kota Bogor. Dia pun mengatakan siap untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan tersebut. Sambutan kedua diberikan oleh Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Arhanud Rakhmat Santoso yang menjelaskan mengenai kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan. Terakhir sambutan disampaikan oleh Ketua BASOLIA K.H. Zaaenal Abidin yang menjelaskan mengenai awal berdirinya BASOLIA pada 2007.  Kegiatan BASOLIA selama ini adalah mengenai pengobatan dan pelestarian lingkungan yang digerakkan oleh umat lintas agama.  “Perbedaan agama bukanlah masalah lagi. Jangan ada lagi alergi terhadap perbedaan,” tegasnya.

Acara bakti sosial berupa pengobatan gratis mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberian obat ini turut mengikutsertakan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Bogor, Tim Biopori, serta 20 dokter dan tenaga medis. Ada pun perwakilan dari agama Kong Hu Chu yakni Andri Harsono dan Kusniadi; perwakilan agama Buddha yakni Chandra dan Sukendro; perwakilan agama Muslim yakni K.H. Zaenal Abidin; perwakilan agama Kristen yakni Arifin Himawan dan Ninik; serta perwakilan agama Katolik yakni Roy Vincentius selaku Seksi Logistik dan Perlengkapan BASOLIA, Richard, Hary, Christine Ratna Ningrum, Handy, Christianto Wijaya, Aneke Oktaviani, serta Regina Anggia.

Tim Biopori dan TNI melakukan peragaan pembuatan Lubang Resapan Biopori di halaman kantor keluarhan kepada masyarakat sembari pengobatan gratis dilaksanakan. Lubang biopori yang memiliki lebar 10 cm dan dalam 1-1.5 m berguna sebagai resapan air untuk menghindari banjir sekaligus untuk mengubah limbah sampah organik menjadi pupuk kompos.  Diharapkan, dengan peragaan yang dilakukan, masyarakat kemudian tergerak untuk membuat pula lubang biopori di sekitar rumahnya masing-masing.

Agustina Puspita (Spesialis Okupasi), salah seorang dokter yang turut serta dalam bakti sosial ini, mengatakan bahwa rata-rata masalah kesehatan yang dikeluhkan oleh pasien pengobatan gratis ini adalah radang sendi yang banyak diderita oleh orang tua. Selain itu, banyak pula orang tua yang memeriksakan anaknya yang sedang mengalami penyakit khas musim pancaroba seperti flu, batuk, dan demam.

Salah seorang peserta pengobatan, Intan (26) mengaku senang dan bangga dengan adanya kegiatan bakti sosial ini. Kini, anaknya yang sedang terserang batuk pilek bisa terobati. Hal demikian dirasakan oleh Suriyamah (60) yang merasa amat terbantu dengan kegiatan ini sehingga ia dapat melakukan pengecekan terhadap gula darahnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 500 peserta ini berjalan lancar dan sukses.  Ketua Panitia kegiatan, Danramil Kapten M. Rachmat S. mengatakan, acara ini dapat terselenggara berkat kerjasama yang baik, “TNI dan masyaraat harus sesnantiasa bersatu demi kesejahteraan bersama,” tegasnya.

(Anggi/Jam)

Leave a Reply

Top